
Tren liburan keluarga 2026 menunjukkan perubahan signifikan seiring berkembangnya gaya hidup modern dan teknologi. Kini, keluarga tidak lagi sekadar mencari destinasi populer. Sebaliknya, mereka lebih mengutamakan pengalaman bermakna, fleksibilitas, serta kualitas kebersamaan. Oleh karena itu, dunia pariwisata pun beradaptasi dengan menghadirkan konsep perjalanan yang lebih personal dan relevan.
Liburan keluarga juga mulai dipandang sebagai bagian dari investasi emosional. Selain mempererat hubungan, perjalanan bersama mampu mendukung perkembangan mental dan sosial anak. Berikut ini lima tren utama yang diprediksi akan mendominasi family travel sepanjang 2026.
Pengalaman Lebih Penting daripada Destinasi
Saat ini, banyak keluarga mulai menggeser fokus dari tempat terkenal ke pengalaman autentik. Misalnya, orang tua memilih aktivitas seperti mengikuti workshop budaya, belajar memasak makanan lokal, atau terlibat langsung dalam kegiatan komunitas.
Selain memberikan kenangan yang lebih kuat, pengalaman semacam ini juga memberikan nilai edukatif bagi anak. Oleh sebab itu, konsep experiential travel diprediksi akan semakin diminati dalam tren liburan keluarga 2026.
Staycation Premium Semakin Populer
Di sisi lain, staycation tidak lagi dianggap sebagai pilihan sekunder. Justru, banyak keluarga memilih hotel atau vila berkualitas tinggi yang menawarkan fasilitas ramah anak. Mulai dari kids playground, kolam renang tematik, hingga aktivitas keluarga terjadwal kini menjadi daya tarik utama.
Selain lebih praktis, staycation juga memungkinkan keluarga menikmati waktu berkualitas tanpa kelelahan akibat perjalanan panjang. Bahkan, banyak properti mulai merancang paket khusus untuk pasar keluarga.
Workation Keluarga Menjadi Gaya Hidup Baru
Seiring meningkatnya tren kerja jarak jauh, konsep workation keluarga semakin berkembang. Orang tua kini dapat bekerja dari mana saja, sementara anak tetap bisa menikmati suasana liburan.
Sementara itu, hotel dan resort turut beradaptasi dengan menyediakan Wi-Fi cepat, ruang kerja nyaman, serta program aktivitas anak. Dengan demikian, produktivitas tetap terjaga tanpa mengorbankan kebersamaan keluarga.
Wisata Ramah Lingkungan Semakin Diperhitungkan
Kesadaran terhadap lingkungan juga memengaruhi tren liburan keluarga 2026. Kini, keluarga lebih selektif dalam memilih destinasi, akomodasi, dan aktivitas yang mendukung prinsip keberlanjutan.
Sebagai contoh, eco-lodge, wisata berbasis konservasi, serta program edukasi lingkungan semakin diminati. Selain memberikan pengalaman unik, pendekatan ini juga membantu menanamkan nilai tanggung jawab lingkungan kepada anak sejak dini.
Personalisasi dan Itinerary Fleksibel
Jika sebelumnya paket wisata serba terjadwal menjadi pilihan utama, kini keluarga justru menginginkan fleksibilitas. Mereka lebih menyukai itinerary yang dapat disesuaikan dengan kondisi anak dan dinamika keluarga.
Oleh karena itu, aplikasi travel berbasis AI dan layanan custom trip semakin berkembang. Personalisasi menjadi elemen kunci karena setiap keluarga memiliki kebutuhan dan preferensi yang berbeda.
